BANNER PANTANG SURUT

Kegiatan Binrohtal Personel Sat Brimob Kep. Babel

Written By Tekkom on Thursday, 05 January 2017 15:03
Kegiatan Binrohtal Personel Sat Brimob Kep. Babel

Setelah melaksanakan apel Kesatuan, Sat Brimobda Kep. Babel melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). untuk yang beragama muslim melaksanakan kegiatan tersebut di Masjid Saladin Sat Brimobda Kep. Babel sedangkan...

Silahkan isikan pengaduan, keluhan, kritik dan saran Anda di formulir ini.
Email Anda:
Perihal:
Tulis Pesan:
Berapa jumlah jari kedua tangan Anda?


Brimob Masyarakat

Institusi kepolisian khususnya Satuan Brimob selama ini terkesan sebagai sebuah sistem yang tertutup dan penuh dengan rahasia. Komunikasi dan kontak yang dilakukan dengan pihak luar sangat terbatas. Itu sebabnya tindakan Brimob sering tidak memperoleh simpati dan dukungan dari masyarakat. Hal ini merupakan dampak dari kecenderungan Brimob ”Model Militeristik”.
Brimob ”Model Sipil” atau ”Brimob Masyarakat” akan berorientasi pada pencegahan kejahatan dan mengutamakan kemitraan dengan masyarakat  keterlibatan masyarakat dalam mengontrol, memberikan masukan serta memberi dukungan kepada Sat Brimob, menandakan adanya hubungan baik dan komunikasi secara teratur dan terus-menerus dengan masyarakat. Ini artinya Brimob harus bersifat terbuka agar dapat melibatkan masyarakat.

Sistem yang terbuka berarti :

a)Brimob siap berbagi informasi dengan publik;
b)Melibatkan anggota masyarakat dalam pencegahan dan penanganan masalah Kamtibmas;
c)Komunikasi yang intens antara Sat Brimob dan masyarakat.

Dengan demikian, Sat Brimob tidak boleh terisolasi melainkan harus benar-benar menjadi bagian dari masyarakat yang dilayaninya. Hal ini hanya dapat terwujud jika Brimob menganggap dan memperlakukan anggota masyarakat sebagai mitra sejati. Hanya suatu sistem terbuka yang memungkinkan adanya komunikasi yang saling menguntungkan dan yang bebas dari berbagai prasangka.

Adapun Tujuan, Sasaran dan Kegiatan selain mengedepankan Polmas namun tetap melaksanakan tugas pokok, fungsi dan peranannya sebagai berikut :

1)Tujuan

Program Brimob Masyarakat bertujuan :

a)Komitmen untuk mencegah kejahatan;

Brimob Masyarakat berupaya untuk menegaskan kembali bahwa tugas pokok Sat Brimob adalah bersama – sama dengan fungsi Kepolisian lainnya melakukan kegiatan penanggulangan terhadap gangguan keamanan berintensitas tinggi antara lain terorisme, huru-hara atau kerusuhan massa, kejahatan terorganisir bersenjata api atau bahan peledak serta pelaksanaan kegiatan SAR.

b)Adanya pengawasan dari masyarakat atas kegaiatan yang dilakukan Sat Brimob;

Keterlibatan masyarakat dalam kinerja Satuan Brimob memungkinkan masyarakat akan menemukan jawaban atas ”apa” , ”mengapa”, dan ”bagaimana” Satuan Brimob bekerja. Keadaan seperti itu sangat jelas menimbulkan pengawasan yang kritis serta diskusi-diskusi mengenai respon serta efisiensi kerja Satuan Brimob dalam menangani masalah-masalah dalam masyarakat.

c)Akuntabilitas Satuan Brimob terhadap masyarakat;

Sebelum ada konsep Brimob Masyarakat, Satuan Brimob hanya mempertanggungjawabkan kegiatannya kepada pihak pimpinan kepolisian saja. Sekarang Satuan Brimob juga diharuskan bertanggung-jawab kepada masyarakat yang telah menjadi mitra kerja. Warga yang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan seperti perencanaan strategi, pelaksanaan taktis, dan pengembangan kebijakan, akhirnya membuat Satuan Brimob lebih menyadari dan lebih memperhatikan konsekuensi-konsekuensi atas tindakan mereka.

d)Pelayanan Satuan Brimob yang disesuaikan;

Sesuai pendekatan Brimob Masyarakat, anggota Satuan Brimob akan ditugaskan disebuah lokasi ( Desa / Dusun ) tertentu guna menyambung tali silaturahim kepada Perangkat Desa / Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan pemuka-pemuka masyarakat lainnya dalam rangka meningkatkan kemampuan respon terhadap masalah-masalah yang ada dilingkungan sekitar Desa / Dusunnya. Sejalan dengan dibentuk dan dipeliharanya hubungan kemitraan Brimob dan masyarakat, kedua belah pihak akan memiliki kemampuan yang semakin baik saat bekerja bersama dalam mengidentifikasi dan menangani masalah-masalah yang mempengaruhi mutu kehidupan dilingkungan mereka. Pihak Satuan Brimob akan membangun rasa tanggung jawab atau komitmen untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dilingkungan tersebut.

e)Organisasi Masyarakat;

Tingkat keterlibatan masyarakat dalam upaya Satuan Brimob menangani masalah-masalah dilingkungannya memberi dampak signifikan terhadap hasil yang dicapai. Dengan kata lain, keberhasilan dalam mencegah kejahatan tergantung pada kerja sama Satuan Brimob dan masyarakat bukan hanya bergantung pada satu pihak saja. Oleh sebab itulah, masyarakat pun harus belajar mengenai soal-soal yang dapat mereka lakukan bagi diri mereka mapun lingkungannya. Agar berhasil, Satuan Brimob harus berperan aktif membantu masyarakat melakukan hal tersebut.

f)Tegaknya hukum yang mampu berikan rasa perlindungan dan pengayoman oleh Negara serta kepastian dunia usaha;

g)Terwujudnya kerukunan sosial bebas dari konflik sosial dan gangguan terhadap pelaksana agenda demokrasi baik di pusat maupun di daerah;
 
h)Terwujudnya kerja sama lintas departeman dalam rangka wujudkan upaya ciptakan Keamanan melalui sinergi polisional;

i)Pencegahan dan penanggulangan separatisme, Terorisme, Kelompok Kriminalitas bersenjata;

j)Pencegahan dan penangulangan kejahatan makar/pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok tertentu;

2)Sasaran
Setiap upaya membentuk kemitraan dengan ”masyarakat”  harus disertai dengan pemahaman tentang arti masyarakat.
Kata masyarakat tidak dapat didefinisikan secara singkat dan sederhana sebab ”masyarakat” memiliki arti yang berbeda-beda untuk tiap-tiap orang. Unit terkecil dari sebuah masyarakat adalah keluarga (keluarga inti dan keluarga besar), lingkungan tetangga, famili/warga dan lembaga-lembaga pendukungnya.
Setiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda, antara lain budaya, nilai dan masalah yang beraneka ragam, terutama di daerah perkotaan. Masyarakat juga tidak hanya terdiri dari pemerintah daerah setempat tetapi ada juga lembaga-lembaga, termasuk juga penduduk di sebuah lingkungan, disuatu daerah tertentu.
Adapun sasaran Brimob Masyarakat meliputi kelompok-kelompok yang lebih kecil (sub kelompok) yang disebut komunitas berdasarkan kepentingan, yang meliputi :

a)Tempat-tempat beribadah (masjid, pura, dan gereja-gereja);
b)Sekolah/universitas;
c)Rumah sakit;
d)Kelompok-kelompok sosial, perkumpulan, serikat;
e)Badan-badan milik swasta dan umum;
f)Penyedia jasa dan layanan, badan-badan usaha;
g)Orang yang bekerja di satu daerah tertentu;
h)Orang berkunjung ke daerah tersebut.

Komunitas berdasarkan kepentingan ini dibangun menurut karakteristik ras, gender, umur dan pekerjaan anggotanya dalam kurun waktu tertentu. Dengan kata lain, komunitas berdasarkan kepentingan membentuk kelompok, dan membentuk lagi kelompok baru ketika anggotanya mengidentifikasi adanya masalah yang menuntut kelompok tersebut bersatu. Contohnya, Kelompok sosial anak-anak muda yang dengan berjalannya waktu menjadi ”orang tua”.
Sasaran Brimob Masyarakat sesuai tugas pokok, fungsi dan peranan Satuan Brimob Polda Kep. Babel sebagai berikut :

a)Kejahatan Transnasional;

Kejahatan transnasional berupa terorisme, temuan bom / handak Penyelundupan senpi, penyelundupan wanita / anak, bajak laut, narkoba, perampokan dengan menggunakan senjata api dan bahan peledak.

b)Kejahatan terhadap Kekayaan Negara;
 
Kejahatan terhadap kekayaan negara berupa kejahatan illegal loging, illegal minning, illegal fishing, illegal oil, korupsi, uang palsu, rusak  lingkungan.

c)Kejahatan yang berimplikasi kontijensi;

(1)Perkelahian antar suku;

Adaya perbedaan kultur, kecemburuan sosial dan perasaan dendam yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya perkelahian antar suku / kelompok. Apabila pertikaian tersebut tidak segera diselesaikan secara musyawarah dan tuntas, dikhawatirkan dapat memicu timbulnya konflik horizontal yang berpengaruh terhadap stabilitas nasional.
    
(2)Perkelahian antar kelompok;

Perkelahian antar kelompok / kampung yang disebabkan rasa solidaritas kesukuan dapat menimbulkan perasaan dendam yang dapat memicu kesalah pahaman menjadi perkelahian massal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

(3)Konflik Horisontal;

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk ( Plural Society ) yang sendi-sendi utamanya adalah suku bangsa yang memiliki budaya berbeda, yang askriptif dan primordial. Ciri askriptif dan primordial tersebut mencuat sampai kesistem pemerintahan nasional. Akibatnya akan menimbulkan konflik antar suku bangsa. Selain itu konflik-konflik tersebut biasanya juga dipacu oleh faktor-faktor lain yang dominan, seperti kesenjangan ekonomi, fanatisme sempit dan berlebihan, streotif terhadap suatu suku, ketidakadilan, dan lain-lainnya. Kesemuanya itu telah menimbulkan terjadinya konflik antar masyarakat dengan masyarakat atau suku dengan suku yang dikenal dengan istilah “konflik horizontal”.

(4)Konflik Vertikal;

Konflik vertikal akan terjadi apabila polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat dan yang sering terjadi disebabkan polarisasi dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah seperti tuntutan reformasi terhadap pemerintah dalam penyelenggaraan demokrasi, penegakan hukum, tranparansi, perlindungan terhadap HAM maupun akuntabilitas publik untuk terciptaanya good governance dan good government apabila tidak disikapi dengan baik oleh pemerintah akan menimbulkan ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah dengan melakukan unjuk rasa damai sampai unjuk rasa yang mengarah tindakan anarkis yang akan mengarah terjadinya konflik vertikal

d)Bencana Alam

(1)Banjir Bandang;
(2)Tanah Longsor;
(3)Kekeringan;
(4)Kebakaran Hutan dan Lahan;
(5)Angin Badai;
(6)Gempa Bumi;
(7)Tsunami;  
(8)Kegagalan Teknologi;
(9)Wabah Penyakit.
 
3)Kegiatan

Kegiatan Program Brimob Masyarakat antara lain :

a)Ceramah, pertemuan untuk penyampaian informasi, dan penyuluhan;

b)Pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka menerima Komunikasi yang intens antara Sat Brimob dan masyarakat seperti mengoptimalkan penggunaan Website, E-Mail / Home Page, Telephone maupun SMS online;

c)Masyarakat dan Satuan Brimob hendaknya terus merancang kegiatan baru lainnya untuk melengkapi aktifitas yang sudah ada, seperti membantu dan mensosialisasikan pembentukan :

(1)Sistem keamanan lingkungan – siskamling di setiap Dusun atau RT/RW;

(2)Sistem pengawasan kemanan kawasan bisnis.

d)Melaksanakan kegiatan sosial dan Karya Bhakti secara rutin antara Satuan Brimob dan Masyarakat dengan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas;

e)Melakukan olah raga atau pertandingan persahabatan antara Satuan Brimob dengan kelompok olah raga Desa / Dusun secara rutin dan berkesinambungan;

f)Menggalang kelompok masyarakat tertentu (Perpolisian Masyarakat) melalui kegiatan penyuluhan masyarakat, sambang Desa / Kampung / Daerah yang dilanda Bencana dengan cara perpolisian masyarakat;

g)Melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan misi tertentu pada saat melaksanakan tugas-tugas patroli jarak jauh, patroli roda dua, patroli selektif maupun patroli lintas desa untuk melakukan Patroli dialogis;

h)Turut ambil bagian dalam program yang bersifat edukatif dan rekreatif bagi anak-anak, remaja, pemuda dan perempuan;

i)Membangun harmonisasi dan kemitraan dengan instansi   pemerintah  seperti  Pemda,  DPRD,  TNI serta memanfaatkan   potensi  informal  leader ditengah tengah masyarakat sebagai perpanjangan tangan Polri sekaligus menumbuh kembangkan pengertian dan manfaat pemolisian masyarakat (community policing), diantaranya melakukan kegiatan :

(1)Merancang / Menyusun serta membuat MOU tentang kegiatan SAR dalam hal penanganan pertolongan pertama pasca Bencana Alam dengan pihak-pihak terkait seperti TNI, Dinas Sosial, Basarnas, Basarda maupun organisasi-organisasi yang ada kaitannya dengan kegiatan SAR;

(2)Menempatkan personel Sat Brimob pada tempat-tempat wisata yang bisa menimbulkan kerawanan-kerawanan seperti korban tenggelam dll bekerjasama dengan pihak Pemda, untuk membentuk pos pantau SAR.

j)Memberikan pertolongan darurat (PPPK);

k)Membantu menyelesaikan konflik-konflik dalam rumah tangga dan di lingkungan masyarakat (kekerasan rumah tangga, perselisihan penyewa dan pemilik rumah, atau pelecehan ras);

l)Membantu pengaturan lalu lintas kendaraan bermotor, pejalan kaki dan permasalahan parkir;

m)Meningkatkan Quick Respon Sat Brimob Polda Kep. Babel dalam memberikan pelayanan pada masyarakat maupun Satuan Kewilayahan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh Sat Brimob Polda Kep. Babel (SAR, Resmob, PHH, Jibom, Wanteror);

n)Penerimaan dan penanganan laporan / pengaduan masyarakat berkaitan dengan memberikan penyelamatan masyarakat ( SAR ) dan penemuan handak / Sterilisasi;

o)Meningkatkan kecepatan merespon permintaan Satuan Wilayah sesuai kemampuan yang dimiliki Brimob Polri dibidang PHH , SAR, Jibom,  Wanteor, Resmob;

p)Menyiapkan dan mengerahkan kekuatan untuk melakukan penjagaan, patroli pada daerah yang rawan kejahatan dan pengawalan VVIP, tahanan / barang berharga;

q)Menyiapkan dan mengerahkan untuk pengamanan objek vital / objek khusus dan VVIP / VIP;

r)Menyiapkan kekuatan untuk pengamanan kegiatan masyarakat, sehari – hari besar keagamaan dan tahun baru;

s)Menyiapkan dan mengerahkan kakuatan mengamankan tempat - tempat pariwisata maupun wisatawan asing;

t)Pengamanan penyampaian pendapat di muka umum / unjuk rasa yang anarkhis;

u)Mendukung Fungsi Intelkam;
Untuk mendukung pelaksanaan tugas–tugas Intelkam pada daerah rawan kriminalitas dengan kegiatan antara lain :

(1)Penyelidikan, pengamanan dan penggalangan pada daerah rawan kriminalitas, kelompok teroris, terhadap pelaku kejahatan transnasional ( narkoba, illegal fishing, illegal logging, illegal oil, illegal meaning ) dengan melakukan penyamaran, penyusupan atau undercover;

(2)Penggalangan terhadap kelompok masyarakat tertentu yang menjadi target sasaran ( Terorisme. saparatisme kelompok Kriminalitas bersenjata dll );

(3)Pengamanan terhadap VVIP/VIP ataupun pengamanan fisik terhadap obyek tertentu yang dinilai vital;

v)Mendukung Fungsi Reserse Kriminal;
Untuk mendukung pelaksanaan tugas Reserse kriminal di daerah rawan kriminalitas dengan  kegiatan antara lain  :

(1)Penyelidikan untuk mengetahui perkara yang terjadi, menemukan tersangka dan barang bukti yang berkaitan dengan kejahatan berintensitas tinggi antara lain :

(a)Kejahatan transnasional berupa terorisme, temuan bom / handak Penyelundupan senpi, penyelundupan wanita / anak, bajak laut, narkoba, perampokan dengan menggunakan senjata api dan atau bahan peledak;

(b)Kejahatan terhadap Kekayaan Negara berupa kejahatan illegal loging, illegal minning, illegal fishing, illegal oil, korupsi, uang palsu, pengrusakan  lingkungan;

(2)Pengejaran dan penyergapan terhadap kelompok pelaku kejahatan yang dinilai berbahaya dengan menggunakan senjata api dan bahan peledak atau pelaku kejahatan yang mampu menerapkan taktik militer, dengan melakukan pemeriksaan interogasi terhadap para tersangka sebelum diserahkan kepada satuan Reserse kriminal dalam upaya mempercepat pengungkapan jaringan pelaku kejahatan.
Bantuan taktis pada tingkat Kepolisian daerah bersifat fungsional di Reskrim Khusus untuk kejahatan Narkoba bantuan taktiis yang diberikan meliputi penyelidikan, kegiatan dalam rangka kontrol delivery serta penangkapan pelaku untuk memback Up BNN.

w)Mendukung Fungsi  Samapta;
Untuk mendukung pelaksanaan tugas Fungsi samapta di daerah rawan  dengan  kegiatan antara lain :

(1)Penjagaan terhadap massa yang potensial menimbulkan kerusuhan antara lain :

(a)Melakukan penjagaan dan pencegahan terhadap timbulnya ekses ketidakpuasan;
(b)Melakukan tindakan-tindakan persuasif untuk memelihara ketertiban;

(2)Penjagaan Terhadap massa pengujuk rasa

(a)Melakukan penjagaan untuk mencegah terjadinya pelanggaran / mengganggu ketertiban masyarakat;
(b)Bersikap tidak memihak dan berupaya meredakan emosi massa;

(3)Terhadap massa perusuh :

(a)Menggelar formasi untuk mengisolasi kerusuhan;
(b)Menangkap tokoh penggerak perusuh;
(c)Mencegah timbulnya kerugian / korban yang lebih besar;
(d)Melakukan tindakan pembubaran secara tegas, bijaksana dan bertahap sesuai eskalasi situasi.
(4)Patroli lintas Wilayah / desa yaitu untuk memantau dan membina memantapkan kamtibmas di Wilayah  pedesaan / pedalaman tertentu yang jauh dari jangkauan petugas kewilayahan;
(5)Patroli selektif di wilayah perkotaan tertentu pasca dilanda kerusuhan atau diganggu oleh kelompok pelaku kejahatan bersenjata yang meresahkan masyarakat;
(6)Penjagaan terhadap lokasi kegiatan / VVIP / VIP atau kegiatan masyarakat yang mengandung kerawanan dan ancaman cukup tinggi;
(7)Penjagaaan Obyek Vital yang diperkirakan rawan ancaman Bom / Ledakan / Sabotase;
(8)Pengawalan tahanan / Napi / Pelaku Terorisme yang dinilai berbahaya;
(9)Pengawalan rombongan VVIP atau barang berharga milik negara yang dinilai berharga dan bernilai.

x)Mendukung Fungsi Lalu - Lintas  
Untuk mendukung pelaksanaan tugas operasional lantas terutama daerah rawan pelanggaran dengan bentuk kegiatan antara lain :

(1)Membantu lantas dalam operasi gaktib lantas khususnya pada kasus pelanggaran lantas secara massal dan dapat membahayakan jiwa petugas lantas;

(2)Bersama petugas Lantas melakukan kegiatan Patroli Lantas pada daerah rawan Konflik / perbatasan;

(3)Bersama petugas Lantas menertibkan pengemudi dan penumpang yang rawan melakukan perlawanan pada petugas / rombongan massa yang tidak tertib dalam mengendara utamanya pada kampanye / unjuk rasa dengan menggunakan Kendaraan.

y)Mendukung Fungsi Pol Air;
Untuk mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah perairan terutama pelanggaran hukum dalam bentuk kegiatan antara lain :

(1)Mem back up Pol Air dalam hal penindakan atau pengejaran pelaku kejahatan di wilayah perairan seperti bajak laut, pelaku penyelundupan timah (illegal mining), penyelundupan kayu (illegal loging), penyelundupan ikan (illegal fishing), pencurian kekayaan laut oleh warga negara asing, perusakan lingkungan hidup dilaut berupa penggunaan bom atau strom dalam menangkap ikan, penggunaan kapal trawl;

(2)Melakukan latihan bersama dalam rangka menyiapkan kemampuan guna menghadapi ancaman kejahatan di wilayah perairan.

PELAYANAN PUBLIK

siagabrimob

DANSAT BRIMOB BABEL

kasat farid

KBP FARID BACHTIAR EFFENDI, S.IK

WEBLINK

polri2
poldababel
pemprov
ppid2
propam
pusdikmin1
akpol
brimob
jbbabel

PENGUNJUNG

Sat Brimob Polda Kep. Babel
Hari ini55
Kemarin63
Bulan ini1075
Keseluruhan138769